BAB I
PENDAHULUAN
a.
Latar Belakang
Organisasi adalah sebuah badan hukum yang didalamnya
terdapat sejumlah anggota yang memiliki visi dan misi yang sama agar
terciptanya tujuan bersama, dalam organisasi ada yang disebut dengan
efektivitas organisasi.
Menurut Emitai Etzioni (1982:54) adalah bahwa “efektivitas organisasi dapat
dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha untuk mencapai
tujuan atau sasaran.” Oleh sebab itu, maka perlu lebih dipahami lagi mengenai
efeltivitas organisasi, agar dalam organisasi tercapainya sebuah tujuan yang
sudah dirumuskan dalam visi dan misi awal sebuah organisasi dan juga kita harus
memahani sasaran-sasaran (Goal) apa saja yang akan di capai dalam suatu
organisasi. Dalam mencapai suatu sasaran-sasaran tersebut harus adda yang
namanya efektivitas organisasi terdapat beberapa kriteria pengukuran
berdasarkan model-model pendekatan yang digunakan. Menurut Quinn dan Rohrbough
(Kasim ,1993) mengusulkan empat model atau perspektif teoritis mengenai
kriteria efektivitas organisasi, yaitu (1) model tujuan rasional (rasional goal
model) , (2) model hubungn manusia (human relations model) , (3) model sistem
terbuka (open system model) dan (4) model proses internal (internal system
model).
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas organisasi adalah sebagai
berikut: (1) Adanya tujuan yang jelas, (2) Struktur organisasi. (3) Adanya
dukungan atau partisipasi masyarakat, (4) Adanya sistem nilai yang dianut.
Tercapainya tingkat efektivitas yang tinggi perlu memperhatikan
kriteria-kriteria efektivitas sebagaimana yang dikemukakan oleh Richard M
Steers (1985:46) sebagai berikut: (1) Produktivitas. (2) Kemampuan berlaba. (3)
Kesejahteraan pegawai.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah pada makalah ini :
1. Bagaimana sasaran-sasaran dalam suatu organisasi ? 2.
Bagaimana Model-Model Mengenai Efektivitas Organisasi?
3. Apa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Organisasi ?
4. Bagaimana Kriteria Pengukuran Efektivitas Organisasi ?
C.Tujuan Penulisan Makalah
Secara ringkas tujuan pembuatan makalah ini dapat drumuskan sebagai berikut :
1. Mengetahui dan memahami apa saja sasaran-sasaran dalam organisasi.
2. Mengetahui dan memahami bagaimana model-model mengenai efektivitas dalam
organisasi.
3. Mengetahui dan memahami faktor-faktor apa saja yang ada dalam efektivitas
dalam organisasi.
4. Mengetahui dan memahami bagaimana kriteria pengukuran efektivitas dalam
organisasi.
D. Manfaat Penulisan Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis
maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini sebagai media untuk
merangsang pengetahuan mengenai efektivitas dalam berorganisasi. Secara praktis
makalah ini diharapkan bermanfaat bagi :
1. Penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan pembelajaran konsep ilmu
keolahragaan khususnya tentang konsep penerapan efektivitas dalam organisasi.
2. Pembaca, sebagai media informasi dalam mengenal dan memahami efektivitas
dalam organisasi secara mendalam.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
SASARAN ORGANISASI
Sasaran (Goal) Organisasi
Sasaran (goal) organisasi adalah suatu keadaan atau
kondisi yang ingin dicapai oleh suatu organisasi. Berbagai jenis sasaran dalam
organisasi:
- Organisasi bisa mempunyai sasaran lebih dari satu.
- Organisasi dimungkinkan mempunyai sasaran yang
berlawanan.
- Sasaran saling berkaitan satu sama lain.
- Ada berbeda pandangan terhadap sasaran yang akan
ditetapkan.
Sasaran (Goal) Organisasi dan Pengukuran Efektifitas
- Sasaran ataupun tujuan merupakan alasan bagi eksistensi
organisasi.
- Sasaran ataupun tujuan sangat penting bagi proses
manajemen yang dijalankan dalam suatu organisasi. Memberi pengakuan, Arah
bagi organisasi, pengukuran organisasi, mengurangi ketidakpastian.
Jenis-jenis Sasaran Organisasi
- Sasaran Resmi (Official goal)
- Sasaran yang sebenarnya diinginkan (Operative goal)
Penanganan berbagai sasaran yang saling berlawanan
- Menerima performansi yang secukupnya (satisficing)
- Perhatian bertahap (sequential attention)
- Preferensi sasaran (preference ordering)
- Perubahan sasaran (goal changes)
Pihak yang menetapkan sasaran Organisasi
- Pemimpin Tunggal, terjadi pada perusahaan berukuran
kecil dimana pemimpin dipegang oleh pemilik.
- Koalisi Kelompok Pimpinan, terjadi pada organisasi
besar.
B. EFEKTIVITAS ORGANISASI
Efektifitas organisasi dapat
dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha untuk mencapai
tujuan dan sasarannya.
Efektivitas organisasi terdiri dari
efektivitas individu dan kelompok, akan tetapi efektivitas organisasi lebih
dari sekedar penjumlahan efektivitas individu dan kelompok karena efektivitas
organisasi menyangkut efek sinergi dalam organisasi. Kinicki dan Kreitner
menyatakan bahwa efektivitas organisasi ditentukan oleh alokasi sumber daya,
proses di dalam organisasi, kepuasan stakeholder, dan pencapaian output.
Seperti yang telah disebutkan di
atas, meskipun efektivitas organisasi merupakan konsep yang sering digunakan,
namun kenyatannya konsep efektivitas organisasi memiliki penafsiran yang
berbeda-beda, tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan
peneliti untuk menafsirkan. Steers memandang bahwa konsep efektivitas bersifat
multidimensional. Menurutnya, bagi seorang manajer, produksi efektivitas
organisasi berhubungan dengan kualitas dan kuantitas barang dan jasa yang
dihasilkan oleh organisasi. Sedangkan bagi seorang pelaku bisnis efektivitas
organisasi berarti memperoleh profit dari setiap aktifitas investasinya.
Berdasarkan sejumlah pengertian atau
definisi efektivitas di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa efektivitas
organisasi merupakan kemampuan organisasi dalam mencapai tujuannya dengan
memanfaatkan segala sumber yang ada melalui sebuah proses organisasi yang
optimal. Tujuan dapat berupa sasaran yang ingin direalisasi atau output yang
ingin dihasilkan. Sumber organisasi tidak lain adalah input organisasi,
sedangkan proses organisasi adalah kegiatan organisasi mengolah input menjadi
output yang melibatkan prilaku individu, prosedur, dan program-program.
Terdapat sejumlah jenis pendekatan
yang dikemukakan oleh para ahli dalam membahas efektivitas organisasi. Menurut
Lubis dan Husaini, terdapat tiga pendekatan yang dapat digunakan untuk mengukur
efektivitas organisasi, yaitu:
a. Pendekatan sasaran (goal approach)
Pendekatan ini memfokuskan perhatian
terhadap aspek output yaitu mengukur keberhasilan organisasi dalam mencapai
tingkatan output yang direncanakan. Jadi efektivitas organisasi mengukur sejauh
mana organisasi berhasil merealisasikan sasaran yang hendak dicapai.
Sasaran yang penting diperhatikan
dalam pengukuran efektivitas dengan pendekatan ini adalah sasaran yang
sebenarnya (operative goal). Pengukuran efektivitas dengan menggunakan sasaran
yang sebenarnya akan memberikan hasil yang lebih realistis daripada pengukuran
efektivitas berdasarkan sasaran resmi (official goal). Indikator pencapaian
efektivitas dalam pendekatan ini diantaranya efisiensi organisasi,
produktifitas tinggi, keuntungan yang maksimal, pertumbuhan organisasi,
stabilitas organisasi, dan kesejahteraan karyawan.
b. Pendekatan sumber (system resource approach)
Pendekatan ini mencoba mengukur
efektivitas dari sisi input organisasi, yaitu dengan mengukur keberhasilan
organisasi dalam mendapatkan sumber-sumber yang dibutuhkan untuk mencapai
performansi yang baik. Pendekatan ini memandang bahwa organisasi mempunyai hubungan
yang merata dengan lingkungan karena dari lingkungan diperoleh sumber-sumber
yang merupakan input bagi organisasi, dan output yang dihasilkan juga akan
dilemparkan lagi kepada lingkungan.
Sejumlah dimensi yang dapat
digunakan untuk mengukur efektivitas dengan pendekatan sumber yaitu:
·
Kemampuan organisasi untuk
memanfaatkan lingkungan untuk memperoleh berbagai jenis sumber yang bersifat
langka dan nilainya tinggi.
·
Kemampuan para pengambil keputusan
dalam organisasi untuk meninterpretasikan sifat-sifat lingkungan yang tepat.
·
Kemampuan organisasi untuk
menghasilkan output tertentu dengan menggunakan sumber-sumber yang berhasil
diperoleh.
·
Kemampuan organisasi dalam
memelihara kegiatan operasionalnya sehari-hari.
·
Kemampuan organisasi untuk bereaksi
dan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
c.
Pendekatan proses (process approach)
Pendekatan ini menganggap
efektivitas sebagai efisiensi dan kondisi organisasi internal. Pada organisasi
yang efektif, proses internal berjalan dengan lancar, karyawan bekerja dengan
kegembiraan dan kepuasan. Pendekatan ini disebut juga sebagai pendekatan proses
internal karena memusatkan perhatian pada kegiatan yang dilakukan terhadap
sumber-sumber yang dimiliki oleh organisasi. Berbagai komponen yang dapat
menunjukkan efektivitas organisasi berdasarkan pendekatan ini yaitu:
· Perhatian atasan terhadap karyawan.
· Kerja sama, dan loyalitas kelompok kerja.
· Saling percaya dan komunikasi antara karyawan dengan
pimpinan.
· Desentralisasi dalam pengambilan keputusan.
· Adanya komunikasi vertikal dan horizontal yang lancar dalam
organisasi.
· Adanya usaha dari setiap individu maupun keseluruhan
organisasi untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan.
· Organisasi dan bagian-bagian bekerja sama dengan baik dan
konflik yang terjadi selalu diselesaikan dengan acuan kepentingan organisasi.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Sasaran (goal) organisasi adalah suatu keadaan atau
kondisi yang ingin dicapai oleh suatu organisasi. Berbagai jenis sasaran dalam
organisasi:
·
Mempunyai sasaran lebih dari satu.
·
Mempunyai sasaran yang berlawanan.
·
Sasaran saling berkaitan satu sama
lain.
·
Ada berbeda pandangan terhadap
sasaran yang akan ditetapkan.
Sedangkan, efektivitas
organisasi merupakan kemampuan organisasi dalam mencapai tujuannya dengan
memanfaatkan segala sumber yang ada melalui sebuah proses organisasi yang
optimal. Terdapat tiga pendekatan yang dapat digunakan untuk mengukur
efektivitas organisasi, yaitu:
·
Pendekatan sasaran (goal approach)
Pendekatan
ini memfokuskan perhatian terhadap aspek output yaitu mengukur keberhasilan
organisasi dalam mencapai tingkatan output yang direncanakan.
·
Pendekatan sumber (system resource approach)
Pendekatan
ini mencoba mengukur efektivitas dari sisi input organisasi, yaitu dengan
mengukur keberhasilan organisasi dalam mendapatkan sumber-sumber yang
dibutuhkan untuk mencapai performansi yang baik.
·
Pendekatan proses (process approach)
Pendekatan
ini menganggap efektivitas sebagai efisiensi dan kondisi organisasi internal.
Pada organisasi yang efektif, proses internal berjalan dengan lancar, karyawan
bekerja dengan kegembiraan dan kepuasan.
Daftar Pustaka :